Menelaah Kebanggaanku

Dia minta lu berubah dan bahasanya “buat punya nilai jual” maksudnya ini supaya mengambil hati keluarganya.. Paham? Bukan gak nerima lu apa adanya, justru karena dia milih lu sebagai wanita yg kelak mendampinginya, dia mau tetap elu yg jd wanita itu.. makanya caranya dia kek gitu.. klo gak mah dia bisa cari yang lain.. selesai perkara. -F, 27 Tahun-

Menelaah kata-kata diatas rasanya saya kehabisan kata-kata. Setelah ditimpa kegalauan selama beberapa hari, saya coba bercerita pada sahabat saya tentang kegalauan saya. Dan dinilai dari sudut pandang kaum adam kutipan di atas adalah jawabannya. Dibalik tuduhan tentang tidak bisa menerima apa adanya dan lainnya bisa jadi pasangan kita sebenarnya memang ingin yang terbaik untuk kita. Mari bicara. Sampaikan isi kepala demi hati yang tertata.

Dari aku yang masih terus belajar,

B

Advertisements

Aku Bangga Aku

Aku gak perlu tambahan nilai jual apapun, to be sombong I am proud of myself. If you can’t be as proud as me, aku gak bisa apa2. Tapi aku jadi merasa tidak diterima dengan sepenuh hati. And I think I don’t deserve that. -Ratih Yuniarti-

Sesungguhnya aku percaya kalau aku selama ini sudah berusaha tumbuh dengan baik. At least I tried. Tapi yang aku yakini baik belum tentu baik di mata orang lain, kan?

Ketika mendengar kata pernikahan, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kalian? Persiapan gedung, catering, dekorasi, undangan? Continue reading →

How I Cried

I get a little teary (lie! it’s a river actually) obviously when someone shows their affection. Not only to me, but to see my friend getting worry about her father could trigger my eyes to produce tons of tears.

Anyway, I got pretty sensitive lately. I cried over little things and suddenly I could  burst into tears when I’m alone. But when people ask if I’m okay I will say I’m okay but getting angry when people think that I’m really okay.

Weird, huh?!
And sorry for giving you such a cold words or rude words. Please be patient of me.

Too Much Love

 

 

 

 

June 23rd, 1989 my mom was in between life and death. To bring me to this world. 28 years of my life I can only say thank you which I know it’s never enough and never worth anything compare to her hardship. All of my 28 years I don’t do or give her good. But what I realise the most now, I get much more than I deserve. Too much love from Allah and people around me. What to sigh? :”)

Continue reading →

Kind Of No Bullshit Guy

If you’re a no bullshit kind of guy, find yourself a no bullshit kind of woman. And together you guys can build a super strong no bullshit kind of life and get things done. -Elliott Hulse-

Sepanjang perjalanan pulang menuju Purwakarta tadi banyak insight baru yang aku dapat. Tentang what kind of guy I want to spend my life with…. 

Laki-laki yang visioner, tahu apa yang akan dilakukannya di masa depan. Bukan laki-laki yang menjawab “jalanin saja dulu” ketika ditanya apa yang akan dilakukannya di masa depan.

Laki-laki yang memintaku mendukungnya, mendoakannya, memberinya saran, bahkan ketika hanya berdoa dan menyemangatinya yang bisa ku lakukan.

Laki-laki yang membuatku merasakan bahwa aku memang dibutuhkan dalam hidupnya. Membangun mimpinya di masa depan bersama-sama bukan hanya sebagai pemanis di hidupnya.

Laki-laki yang untuknya aku rela menyiapkan makanan hangat di akhir penat harinya setelah lelah bekerja.

Laki-laki yang bersamanya aku bersedia ada di bawah ataupun di atas. Karena dengan doa-doa dan keyakinan pada Tuhan-Nya aku tahu dia berusaha.

Laki-laki yang tahu bahwa bahwa yang penting kerjasama, karena kalau sendiri percuma. 

Laki-laki yang selalu bisa bicara hal terkecil sampai terbesar padaku, karena dia percaya.

Aku tahu dia ada. 

Tuhan hanya ingin aku menunggu.

Saat yang tepat.

-26122016-