How You Supposedly React To a “Drama”?

I joked about suicide as a coping mechanism. It makes it not real and it’s a form of denial for me. Sometimes it was a small cry for help. But when others treat it like it really is just a joke… it hurts. What can i do to restrain myself when others obviously agrees with the voices inside my head?

[7/6, 21:35] me: mending gua lompat dari jembatan juanda
[7/6, 21:35] d: Silahkan
[7/6, 21:35] d: Tp bilang disini dulu
[7/6, 21:35] c: Live ig sekalian
[7/6, 21:35] d: Jd gua bisa saksikan secara live :v
[7/6, 21:36] c: Hapenya pake case anti crack
[7/6, 21:36] ‪b‬: Sip gw rekamin sapa tau laku dijual
[7/6, 21:36] ‪a: lu klo mau bunuh diri live bilang
[7/6, 21:36] ‪a‬: nanti abis mati hpnya gua ambil

that’s legit what they said

Tulisan ini bukan mau kasih tahu gimana seharusnya kita bereaksi ketika ada teman kita yang menunjukkan keresahannya. Masalahnya kan kita gak tahu apakah dia bercanda atau emang lagi serius? Atau dia serius tapi pura-pura bercanda. Yaudah intinya saya cuma mau kita semua aware saat ini penyakit kejiwaan mulai meningkat secara tidak langsung lho. Faktornya memang banyak ya,, yg mau kasih nasehat juga banyak kadang sebagai orang terdekat mau sedikit meringankan beban saudara atau teman yg depresi dengan minimal jadi pendengar yg baik tapi lalu ketika orang yg depresi tsb merasa “ah nasehat doang ah coba klo ada di posisi gw,,” itu reaksi yg harus kita berikan bagaimana ya?

Serius nanya.. Karena menyakitkan kadang ketika orang bereaksi tidak sesuai yang kita harapkan, sementara mungkin orang tersebut pun tidak bermaksud demikian.

Atau jika secara tidak sengaja mendengar orang lain berkomentar tentang hal yang serupa dengan kata-kata, “untung gw gak kayak gitu ya”, atau “orang beragama tapi gak kayak orang yang punya agama! Berdoa lah minta sama Tuhanmu untuk dimudahkan.”

Pernah kepikiran gak, kalau mereka yang depresi itu tahu betul bahwa memohon pada Tuhan itu jalan paling baik tapi yakin gak mereka sendiri mau menerima Tuhan dalam hidupnya? Instead of judging, why don’t you hold them to walk together?”

Seperti yang sering kalian gaungkan till jannah together, gak mau ajak lebih banyak orang ke surganya Allah swt?

Selama ini sering dengar kalau Korea Selatan adalah negara paling tidak ramah sama penderita gangguan kejiwaan bahkan mereka yang mengaku terkena panic attack atau depresi sering dijadikan bahan bullying. Now I know, kita lebih parah. Some of us, bahkan gak percaya ada orang depresi padahal masalahnya “sepele” menurut kita.

===bertanya-tanya setelah baca-baca chat di satu grup WhatsApp yang saya ikuti===

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s