Bangkit dari Kecewa

​#sepekanbercerita hari kedua. The big question is: bagaimana bangkit dari kekecewaan dan kegagalan yang pernah kita alami?

Apakah saya pernah kecewa? Well, life’s never been easy for me. Waktu kecil kita semua selalu di encourage untuk selalu punya cita-cita setinggi langit. Diberi tahu bahwa punya mimpi harus besar supaya bisa jadi “orang” nantinya. Tapi lalu seiring berjalannya waktu hidup tidak selalu memihak kita. Harus mengalami kenyataan pahit bahwa keluarga tidak bisa men-support financially untuk saya merasakan pendidikan yang lebih tinggi mematahkan semangat dan harapan saya. Semua cita-cita yang sudah saya pupuk dari kecil tiba-tiba tidak tahu harus diarahkan ke mana. I stumbled upon my own dream. Tumbuh di lingkungan yang mempunyai pola sekolah-kerja-menikah membuat saya bimbang dan tidak tahu harus bertanya pada siapa.

Singkat cerita, saya menjadi sangat tertekan dan depresi. Setelah lulus SMA saya menyerah dan tidak mau melakukan apapun. Saya menarik diri dari kehidupan sosial sama sekali. Kurang lebih selama dua tahun saya hanya meratapi nasib tanpa ada keinginan untuk move on. Hingga suatu hari saya dipaksa berpikir oleh kebutuhan untuk hidup. Saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi karena sulit jika masih terus mengandalkan orang tua. Saya mulai bekerja menjadi operator produksi di salah satu perusahaan elektronik.

.

Untuk bekerja di sana pun tidak mudah, banyak interview saya lewati, banyak soal psikotes saya kerjakan. Diantaranya benar-benar menyakiti hati saya. Pernah saya interview untuk satu perusahaan mereka “mencela” kelemahan mata saya yang memang minus dengan mengatakan “coba dibuka kacamatanya bisa lihat gak?” Padahal sudah dengan sangat jelas saya katakan bahwa saya minus sepuluh. Lalu pernah juga ada seorang pewawancara mengatakan “kamu kan cuma lulusan SMA, kamu gak bisa jadi apa-apa kecuali operator produksi.” 

Perih rasanya hati ini, karena saya yakin saya punya kemampuan lebih di dalam diri saya. Disitu saya bertekad untuk kuliah lagi dan berusaha membuktikan bahwa saya benar-benar mampu meraih mimpi dan cita-cita yang sudah lama saya kubur. Dengan tangan saya sendiri. Akhirnya setelah beberapa bulan bekerja saya memutuskan untuk mendaftarkan diri saya di salah satu kampus swasta di Purwakarta. Nekat memang dengan gaji hanya di kisaran satu setengah juta saat itu. Saya berpikir lebih baik gak jajan daripada saya terus-terusan dihina orang.

Semasa sekolah saya selalu percaya saya mempunyai rekor baik di bidang akademis. Tapi kuliah sambil bekerja bukan hal mudah ternyata. Saya harus berjuang super keras. Karena tingkat kepedean super yang saya punya, saya coba apply untuk posisi staff di suatu perusahaan. Marketing staff judul posisinya. Dengan modal excel tingkat dasar dan bahasa Inggris pas-pasan saya berhasil diterima bekerja di sana. Perusahaan super aneh yang hampir bangkrut. Tapi justru di situ saya banyak belajar hal yang selama ini cuma saya dapat teorinya dari kampus. Banyak ilmu saya dapatkan yang akhirnya menjadi modal awal saya untuk terus jadi kutu loncat pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. 

Andaikan waktu itu mereka tidak mencela saya, andaikan waktu itu saya mudah meraih mimpi saya, mungkin saya tidak pernah tahu rasanya berjuang. Mungkin saya tidak pernah tahu nikmatnya memanen sesuatu yang kita mulai benar-benar dari nol. Orang boleh bilang apapun tentang diri kita, tapi ketika kita yakin bahwa kita berharga dan layak dapat lebih baik maka otomatis kita akan bergerak ke arah yang baik. Memantaskan diri. 

Ketika hasil tidak sesuai harapan, maka kita tahu harus mulai dari mana lagi. Karena ketika sekali merasakan kerasnya berjuang maka yang kedua tidak lagi sulit. Minimal kita sudah tahu rute menuju jalan yang baik.

Di bus menuju Purwakarta

18-01-2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s