Aggressive Aggravated

 

Cuma bisa bawa obrolan receh tiap kali ngobrol sama potential life partner itu total nyebelin sih. Harapannya adalah bisa buka topik obrolan yang berkualitas yang mencerminkan bahwa aku adalah wanita pintar yang bukan recehan.

Tapi kenyataannya tiap kali liat obrolan di aplikasi chatting sama si dia isinya bikin garuk-garuk kepala yang gak gatal dan geleng-geleng kepala lalu pusing karena geleng-gelengnya kebanyakan. Berharap bisa nanya “Menurut kakak siapa yang paling cocok jadi gubernur DKI melihat track record para calon yang disebut-sebut akan menjadi persaingan sengit pilkada kali ini?” 

In reality,,,

“Kak sudah pulang kerja?”

“Kak suka mainan medsos baru ini gak?”

“Kak kenapa hari ini aku ngantuk?”

Dan yang tadinya berharap obrolan bakalan lancar dan penuh diskusi hangat pada akhirnya hanya menimbulkan rasa penasaran kenapa aku bisa bego banget.

Satu, keliatan bego dan sama kayak abg-abg diluar sana yang posesif sama pacarnya yang nanya tiap detik nanya lagi apa, sama siapa, sedang berbuat apa?

Dua, keliatan super agresif karena gak tahan buat chat duluan.

TIga, Kehilangan potential life partner karena dia jadi gak suka duluan dan atau memang awalnya gak suka jadi makin gak suka.

Memang benar adanya kedewasaan seseorang gak bisa diukur dari usianya.  Semoga dia sadar I mean no bad feeling for him. Bagian dari perhatian kok. Semoga dia kelak bisa menerima aku yang receh apa adanya ini. Kalau gak bisa nerima ya aku tukerin dulu jadi uang kertas 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s